January 22, 2008

CERITAKAN PADA DUNIA UNTUKKU

Kesaksian

Oleh: John Powell, S.J.

Sekitar 14 tahun yang lalu, aku berdiri menyaksikan para mahasiswaku berbaris memasuki kelas untuk mengikuti kuliah pertama tentang teologi iman. Pada hari itulah untuk pertama kalinya aku melihat Tommy. Dia sedang menyisir rambutnya yang terurai sampai sekitar 20 cm di bawah bahunya. Penilaian singkatku: dia seorang yang aneh - sangat aneh.

Tommy ternyata menjadi tantanganku yang terberat. Dia terus-menerus mengajukan keberatan. Dia juga melecehkan tentang kemungkinan Tuhan mencintai secara tanpa pamrih. Ketika dia muncul untuk mengikuti ujian di akhir kuliah, dia bertanya dengan agak sinis, "Menurut Pastor apakah saya akan pernah menemukan Tuhan?"

"Tidak," jawabku dengan sungguh-sungguh.

"Oh," sahutnya. "Rasanya Anda memang tidak pernah mengajarkan bagaimana menemukan Tuhan."

Kubiarkan dia berjalan sampai lima langkah lagi dari pintu, lalu kupanggil. "Saya rasa kamu tak akan pernah menemukan-Nya. Tapi, saya yakin Dialah yang akan menemukanmu." Tommy mengangkat bahu, lalu pergi. Aku merasa agak kecewa karena dia tidak bisa menangkap maksud kata-kataku.

Kemudian kudengar Tommy sudah lulus, dan saya bersyukur. Namun kemudian tiba berita yang menyedihkan: Tommy mengidap kanker yang sudah parah. Sebelum saya sempat mengunjunginya, dia yang lebih dulu menemui saya. Saat dia melangkah masuk ke kantor saya, tubuhnya sudah menyusut, dan rambutnya yang panjang sudah rontok karena pengobatan dengan kemoterapi. Namun, matanya tetap bercahaya dan suaranya, untuk pertama kalinya, terdengar tegas.

"Tommy! Saya sering memikirkanmu. Katanya kamu sakit keras?" tanyaku langsung.

"Oh ya, saya memang sakit keras. Saya menderita kanker. Waktu saya hanya tinggal beberapa minggu lagi."

"Kamu mau membicarakan itu?"

"Boleh saja. Apa yang ingin Pastor ketahui?"

"Bagaimana rasanya baru berumur 24 tahun, tapi kematian sudah menjelang?"

Jawabnya, "Ini lebih baik ketimbang jadi lelaki berumur 50 tahun namun mengira bahwa minum minuman keras, bermain perempuan, dan memburu harta adalah hal-hal yang 'utama' dalam hidup ini."

Lalu dia mengatakan mengapa dia menemuiku. "Sesuatu yang Pastor pernah katakan pada saya pada hari terakhir kuliah Pastor. Saya bertanya waktu itu apakah saya akan pernah menemukan Tuhan, dan Pastor mengatakan tidak. Jawaban yang sungguh mengejutkan saya. Lalu, Pastor mengatakan bahwa Tuhanlah yang akan menemukan saya. Saya sering memikirkan kata-kata Bapak itu, meskipun pencarian Tuhan yang saya lakukan pada masa itu tidaklah sungguh-sungguh.

"Tetapi, ketika dokter mengeluarkan segumpal daging dari pangkal paha saya," Tommy melanjutkan "dan mengatakan bahwa gumpalan itu ganas, saya pun mulai serius melacak Tuhan. Dan ketika tumor ganas itu menyebar sampai ke organ-organ vital, saya benar-benar menggedor-gedor pintu surga. Tapi tak terjadi apa pun. Lalu, saya terbangun di suatu hari, dan saya tidak lagi berusaha keras mencari-cari pesan itu. Saya menghentikan segala usaha itu.

Saya memutuskan untuk tidak peduli sama sekali pada Tuhan, kehidupan setelah kematian, atau hal-hal sejenis itu."

"Saya memutuskan untuk melewatkan waktu yang tersisa melakukan hal-hal penting," lanjut Tommy. "Saya teringat tentang Pastor dan kata-kata Pastor yang lain: Kesedihan yang paling utama adalah menjalani hidup tanpa mencintai. Tapi hampir sama sedihnya, meninggalkan dunia ini tanpa mengatakan pada orang yang kaucintai bahwa kau mencintai mereka. Jadi saya memulai dengan orang yang tersulit: ayah saya."

Ayah Tommy waktu itu sedang membaca koran saat anaknya menghampirinya.

"Pa, aku ingin bicara."

"Bicara saja."

"Pa, ini penting sekali."

Korannya turun perlahan 8 cm. "Ada apa?"

"Pa, aku cinta Papa. Aku hanya ingin Papa tahu itu."

Tommy tersenyum padaku saat mengenang saat itu. "Korannya jatuh ke lantai. Lalu ayah saya melakukan dua hal yang seingatku belum pernah dilakukannya. Ia menangis dan memelukku. Dan kami mengobrol semalaman, meskipun dia harus bekerja besok paginya."

"Dengan ibu saya dan adik saya lebih mudah," sambung Tommy. "Mereka menangis bersama saya, dan kami berpelukan, dan berbagi hal yang kami rahasiakan bertahun-tahun. Saya hanya menyesalkan mengapa saya harus menunggu sekian lama. Saya berada dalam bayang-bayang kematian, dan saya baru memulai terbuka pada semua orang yang sebenarnya dekat dengan saya.

"Lalu suatu hari saya berbalik dan Tuhan ada di situ. Ia tidak datang saat saya memohon pada-Nya. Rupanya Dia bertindak menurut kehendak-Nya dan pada waktu-Nya. Yang penting adalah Pastor benar. Dia menemukan saya bahkan setelah saya berhenti mencari-Nya."

"Tommy," aku tersedak, "Menurut saya, kata-katamu lebih universal daripada yang kamu sadari. Kamu menunjukkan bahwa cara terpasti untuk menemukan Tuhan adalah bukan dengan membuatnya menjadi milik pribadi atau penghiburan instan saat membutuhkan, melainkan dengan membuka diri pada cinta kasih."

"Tommy," saya menambahkan, "boleh saya minta tolong? Maukah kamu datang ke kuliah teologi iman dan mengatakan kepada para mahasiswa saya apa yang baru kamu ceritakan?"

Meskipun kami menjadwalkannya, ia tak berhasil hadir hari itu. Tentu saja, karena ia harus berpulang.

Ia melangkah jauh dari iman ke visi. Ia menemukan kehidupan yang jauh lebih indah daripada yang pernah dilihat mata kemanusiaan atau yang pernah dibayangkan. Sebelum ia meninggal, kami mengobrol terakhir kali.

"Saya tak akan mampu hadir di kuliah Bapak," katanya.

"Saya tahu, Tommy."

"Maukah Bapak menceritakannya untuk saya? Maukah Bapak menceritakannya pada dunia untuk saya?"

"Ya, Tommy. Saya akan melakukannya."

(Sebarkan kesaksian ini untuk membantu Pater John menyebarkan cerita Tommy pada dunia)

January 20, 2008

Helping Dolphins Fly

( Taken From SUN.com )
We announced big news today - our preliminary results for our fiscal second quarter, and as importantly, that we're acquiring MySQL AB.
If you're interested in the financial details for the quarter, tune in to our conference call (see details on sun.com) today - we'll obviously have more to say as we release our formal results on January 24th.
But the biggest news of the day is... we're putting a billion dollars behind the M in LAMP. If you're an industry insider, you'll know what that means - we're acquiring MySQL AB, the company behind MySQL, the world's most popular open source database.
You'll recall I wrote about a customer event a few weeks ago, at which some of the world's most important web companies talked to us about their technology challenges. Simultaneously, we gathered together some of the largest IT shops and their CIO's, and spent the same two days (in adjoining rooms) listening to their views and directions.
Both sets of customers confirmed what we've known for years - that MySQL is by far the most popular platform on which modern developers are creating network services. From Facebook, Google and Sina.com to banks and telecommunications companies, architects looking for performance, productivity and innovation have turned to MySQL. In high schools and college campuses, at startups, at high performance computing labs and in the Global 2000. The adoption of MySQL across the globe is nothing short of breathtaking. They are the root stock from which an enormous portion of the web economy springs.
But as I pointed out, we heard some paradoxical things, too. CTO's at startups and web companies disallow the usage of products that aren't free and open source. They need and want access to source code to enable optimization and rapid problem resolution (although they're happy to pay for support if they see value). Alternatively, more traditional CIO's disallow the usage of products that aren't backed by commercial support relationships - they're more comfortable relying on vendors like Sun to manage global, mission critical infrastructure.
This puts products like MySQL in an interesting position. They're a part of every web company's infrastructure, to be sure. And though many of the more traditional companies use MySQL (from auto companies to financial institutions to banks and retailers), many have been waiting for a Fortune 500 vendor willing to step up, to provide mission critical global support.
So what are we announcing today? That in addition to acquiring MySQL, Sun will be unveiling new global support offerings into the MySQL marketplace. We'll be investing in both the community, and the marketplace - to accelerate the industry's phase change away from proprietary technology to the new world of open web platforms.
The good news is Sun is already committed to the business model at the heart of MySQL's success - first investing to grow communities of users and developers, and only then creating commercial services that attract (rather than lock in) paying customers. Over the past few years, we've distributed hundreds of millions of licenses and invested to build some of the free software world's largest communities. From Java to ZFS, Lustre to Glassfish, NetBeans to OpenOffice.org and OpenSolaris, we've been patient investors and contributors, both. Free and open software has become a way of life at Sun. MySQL's has similarly driven extraordinary adoption of their community platform, with more than 100 million downloads over the past 10 years. Their users, as with Sun's, run MySQL across every major operating system - Linux, Windows, Solaris and the Mac; and every major system platform, from IBM, Intel, AMD, Dell, Sun and HP.
Not coincidentally, those companies are exactly the companies with whom Sun has signed OEM relationships - so the integration of MySQL into Sun's ecosystem and channels will be exceptionally straightforward.
So how do we plan to go after this new opportunity? In a few fundamental ways.
We've historically worked at arm's length to optimize MySQL on Sun's platforms. Just as we did for Oracle in their early days, our performance engineering teams will sit (virtually) with their counterparts in MySQL and in the community, leveraging technologies such as ZFS and DTrace (which we didn't even have in the Oracle era) to ensure Sakila flies - along with the rest of the LAMP stack (from memcached and php, to the broader ISV community around MySQL). MySQL is already the performance leader on a variety of benchmarks - we'll make performance leadership the default for every application we can find (and on every vendor's hardware platforms, not just Sun's - and on Linux, Solaris, Windows, all). For the technically oriented, Falcon will absolutely sing on Niagara... talk about a match made in heaven.
Second, I've asked our team to negotiate an arms' length commercial transaction, prior to closing, that allows us to provide Global Enterprise Support for MySQL - so that traditional enterprises looking for the same mission critical support they've come to expect with proprietary databases can have that peace of mind with MySQL, as well. This gives traditional enterprises a world of new choices and competition. As I said, if there's one item customers have been asking from us for years it's more innovation in the database marketplace - we're now in a position to respond.
Third, we'll be announcing some exceptionally attractive platform offerings, leveraging the success Lustre and ZFS, along with new systems platforms (like the new 48TB Thumpers and 64 thread Niagara2 machines) to deliver eye popping price performance. Ultimately, that's what customers want - real value, supported globally, with quality and performance. Most importantly, MySQL's partners are going to be the centerpiece of our solutions and offers - just as we've done with Solaris and Java, we're going to work very hard to make our ISV's wildly successful as we broaden the market. It takes decades to build a broad partner portfolio, and they are an enormous part of the value customers see in Sun, and we certainly see in MySQL.
And finally, this acquisition will kickstart a new set of investments Sun will be making into the academic community. Why universities? As we continue to invest in open source software development across the world, it's apparent that nearly all roads lead to academic environments - and it's high time we (as an industry) started watering the trees at their roots. It's one thing to say you're committed to education, it's another to put your money where your mouth is. Within the next 60 days, Greg will be announcing a new set of global research fellowships designed to advance the state of engineering on the internet. (Stay tuned on this blog, and on Greg's, for updates.)
So why is this important for the internet? Until now, no platform vendor has assembled all the core elements of a completely open source operating system for the internet. No company has been able to deliver a comprehensive alternative to the leading proprietary OS. With this acquisition, we will have done just that - positioned Sun at the center of the web, as the definitive provider of high performance platforms for the web economy. For startups and web 2.0 companies, to government agencies and traditional enterprises. This creates enormous potential for Sun, for the global free software community, and for our partners and customers across the globe. There's opportunity everywhere.
To the folks at MySQL, from employees to customers and partners - welcome, and we're thrilled to join you. This acquisition spells the beginning of a new era on the internet.
Starting with the letter M.

( Taken From SUN.com )

January 18, 2008

MySQL and Sun Microsystem (deal)

Yesterday i was read planetmysql.com, i read many topics in preview and all show about deal between mysql and sun. I really shock with this news. i saw value of deal is $1 billion it's bigger value.
But now i hope mysql more powerfull after join to with Sun Microsystem and full support to contribute to Open Source Software.
Go MySQL and Sun.... :)
GBU

January 17, 2008

busy day's with unicode...

in few day's i was so busy with my application that was  i develop. I found bug in my application, i found this bug that i was develop new application (web based) and get information about arabic charset. After trying in many time it's can't show correctly like in my desktop application. and of course it's bug in my desktop application that can't save correctly arabic charset in mysql. After googling and search in many forum i can fixed this  problem. And this is my experience may be you helped with this.
First thing if we create application and want save unicode character (in case using arabic charset)  in mysql, we must create table and save using character set="utf8" and collation="utf8_unicode_ci" both table type and field type. You cant mixed too in few field with another character charset (latin) if u don't want using all field with utf8.
In our application(in my case visual basic) for input and output arabic charset i use 3party component textbox from Timosoft Edit Controls 1.0 (Unicode) (stay cool coz this component it's free :) ) and i read too in few website that we can use textbox Microsoft Form2 Component coz they say is support with unicode but i don't try (try it later). No we try to insert data arabic to mysql from our application ( i asumed that you know little about connection from vb to mysql) and we can start directly to code to insert and select data. For information i use ADO connection.
In event gotfocus your textbox that we using to insert and show arabic charset add this code
your_textbox_name.font.charset=178
and before we begin to insert to mysql you must add this query
db.Execute "SET NAMES 'utf8'"
db is variable name that iam used, changed if you use another declaration name. This query  indicates what character set the client will use to send SQL statements to the server.
sSQL="INSERT INTO your_mysql_table_name (your_mysql_field_arabic_charset) VALUES (CONVERT(" & UTF8_Encode(your_textbox_name.txt) & " using utf8))"
db.execute sSQL
above it's code to handle insert to mysql. And don't use in stored procedure it doesn't work, i don't know why, may be it's bug in mysql (nobody know).
And now its that useful function i get from http://www.unisuite.com/ and you can save in your module. you can download in here. After insert to mysql no we want load from mysql and it's very simple with same select like you do usually.
db.execute "SET NAMES 'utf8'"
sSQL="SELECT your_mysql_field_arabic_charset FROM your_table_name"
set rs = db.execute(sSQL)
if rs.recordcount > 0 then
your_another_textboxt_name.text = UTF8_Decode(rs(0))
endif

it's done :) this is very simple. show it arabic charset in web (i used with apache+php) same with vb method
before query select you must use query "SET NAMES 'utf8'" first or after connecting db and don't forget to add :
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8">

in inside html tag head or in your php code add with this:
header('Content-Type: text/html; charset=UTF-8');

for more information about interacting vb with unicode come to here and in php here

GBU...

January 15, 2008

PAHIT MENJADI MANIS

Selasa, 15 Januari 2008

Keluaran 15:22-27

Tuhan menunjukkan kepadanya sepotong kayu;
Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis
(Keluaran 15:25)

Acap kali sukacita dan dukacita berjalan seiring. Seperti bangsa Israel yang merasakan getar kemenangan di Laut Merah, tetapi tiga hari sesudahnya menjumpai air yang pahit di Mara (Keluaran 15:22,23), sukacita kita pun dapat segera berubah menjadi kemarahan.

Di Mara, Tuhan menyuruh Musa melemparkan sepotong kayu ke dalam air, sehingga air itu menjadi manis dan bisa diminum (ayat 25). Suatu "potongan kayu" lain yang "dilemparkan ke dalam" berbagai situasi pahit hidup kita dapat membuat situasi itu menjadi manis. Potongan kayu itu adalah salib Yesus (1Petrus 2:24). Pandangan kita akan berubah saat kita merenungkan kematian-Nya yang penuh pengurbanan dan penyerahan-Nya pada kehendak Allah (Lukas 22:42).

Penderitaan kita dapat terjadi karena dibenci orang lain, atau lebih buruk lagi, karena tidak mereka pedulikan. Namun, Tuhan mengizinkan hal itu terjadi. Kita mungkin tidak memahami alasannya, tetapi itu adalah kehendak Bapa dan Sahabat kita, yang tak terbatas kebijaksanaan serta kasih-Nya.

Ketika kita berkata "ya" kepada Allah saat Roh-Nya menyatakan rencana-Nya kepada kita melalui firman-Nya, situasi pahit dalam hidup kita akan menjadi manis. Kita tak perlu mengeluhkan kejadian yang telah diizinkan Tuhan. Sebaliknya, kita harus melakukan segala perintah-Nya. Yesus berkata bahwa kita harus memikul salib kita setiap hari dan mengikuti Dia (Lukas 9:23).

Saat kita mengingat salib Yesus dan berserah kepada Bapa seperti Yesus berserah kepada-Nya, maka pengalaman pahit akan menjadi manis – DR

ALLAH MEMAKAI KESULITAN UNTUK MEMBUAT KITA LEBIH BAIK
BUKAN LEBIH PAHIT

(Renungan Harian dari Kidung.com)

January 9, 2008

(Kerendahan Hati Versi Jim Collins, Lao Tzu, dan Yesus Kristus)

Dewasa ini, pemimpin yang rendah hati termasuk dalam kategori "satwa langka" yang perlu dilindungi. Kapan terakhir kali Anda menjumpainya?

Dalam salah satu bukunya tentang kepemimpinan, John Stott menulis:

"At no point does the Christian mind come into more collision with the secular mind than in its insistence on with all the weakness it entails."

Menurut Stott, tabrakan terdahsyat perspektif alkitabiah dan sekuler terjadi pada masalah kerendahan hati.

Dunia memang sama sekali tidak memberikan apresiasi terhadap kerendahan hati karena kerendahan hati dianggap identik dengan kelemahan dan kerugian. Dunia menuntut kuasa, bukan kelemahan. Yang dunia senantiasa inginkan adalah pemimpin ala Nietzsche, yaitu "ubermensch" atau "superman". Pemimpin yang tangguh, maskulin, dan otoritatif, bahkan kalau perlu opresif.

Sedangkan pemimpin ideal ala Yesus adalah anak kecil. Anak kecil yang tidak berdaya, yang sangat tergantung kepada orang lain. Terdapat kontras yang sangat tajam antara kedua konsep di atas. Tidak ada kompromi di tengah-tengahnya, oleh karena itu, mau tidak mau, kita harus memilih.

Masalahnya, kerendahan hati bahkan hampir punah di era hiperkompetitif yang menuntut setiap pemimpin untuk senantiasa membuktikan diri superior dibanding orang lain di berbagai area. Kerendahan hati menjadi komoditi kepemimpinan yang semakin langka.

Sekarang ini, yang dibutuhkan untuk dapat bertahan dan menang dalam persaingan hidup yang keras adalah aktualisasi diri dan pembuktian diri secara konstan. Dalam proses mencapai pengakuan sosial akan dirinya, sang pemimpin yang tadinya rendah hati tanpa sadar bermetamorfosa menjadi pemimpin tinggi hati.

Jadi, observasi Stott bahwa kontras antara perspektif alkitabiah dan sekuler mencapai titik kulminasi dalam soal kerendahan hati memang benar, meski tidak sepenuhnya. Hal itu dikarenakan adanya sesuatu yang penting yang sedang terjadi di dunia bisnis sekuler.

Kerendahan Hati dalam Dunia Bisnis

Setelah sukses luar biasa dengan bukunya yang pertama, "Built to Last", peneliti manajemen Jim Collins kembali menggemparkan dunia bisnis dengan bukunya, "Good to Great". Jika sebagai pemimpin, Anda hanya memiliki waktu untuk membaca dua buku bisnis, bacalah kedua buku ini. Buku pertama berfokus pada pertanyaan: apa rahasia yang dimiliki sebelas perusahaan global dari berbagai industri untuk bertahan selama puluhan dan ratusan tahun, bahkan menjadi nomor satu di dunia? Sedangkan buku kedua didasari oleh pertanyaan: apa rahasia transformasi perusahaan yang "cukup baik" menjadi perusahaan yang "sangat hebat"? Itulah sebabnya mengapa Collins menganggap bahwa seharusnya buku kedua menjadi "prequel", bukan "sequel" dari buku pertama.

Ada beberapa hal yang menarik dari hasil penelitian Collins dan dua puluh orang asistennya selama lima tahun dengan metodologi ilmiah yang sangat solid, yang menjadi bahan dasar buku "Good to Great". Dari awal, Collins sudah berkali-kali berpesan kepada tim risetnya untuk tidak memedulikan faktor pemimpin dalam mencari kunci sukses perusahaan. Ia sadar bahwa kepemimpinan memang cenderung diromantisir, yaitu kalau perusahaan sukses, itu pasti karena pemimpinnya, demikian juga kalau gagal.

Namun, setiap kali menganalisa tumpukan data-data riset yang menggunung, mau tidak mau mereka menemukan bahwa kepemimpinan adalah faktor yang krusial dalam menentukan suksesnya perusahaan. Namun begitu, temuan berikut ini lebih menarik.

Semua perusahaan yang mereka teliti, yang telah mengalami terobosan transformatif dalam kinerja dan mampu mempertahankannya secara terus-menerus selama puluhan, bahkan ratusan tahun, ternyata memiliki pemimpin dengan dua karakteristik utama: "personal humility" dan "professional will". Kombinasi kedua karakteristik ini menjadi paradoks.

Pemimpin yang disebut Collins sebagai "Level 5 Leaders" ini adalah para pemimpin yang rendah hati, tidak pernah menyombongkan diri, bahkan cenderung pemalu. Mereka menunaikan tugas dengan diam-diam tanpa berupaya mencari perhatian dan pujian publik. Apabila mereka berhasil, mereka selalu berusaha untuk memberi kredit kepada orang lain atau hal lain di luar diri mereka. Apabila ada kegagalan, mereka bertanggung jawab secara pribadi dan tidak mencari kambing hitam. Ambisi mereka adalah untuk kelanggengan perusahaan, bukan penggemukan dan kepentingan diri.

Ketika saya membaca buku Jim Collins, mau tak mau saya tertegun dengan temuan riset tersebut. Betapa tidak, pemimpin bisnis sekuler mengadopsi kerendahan hati yang adalah ide alkitabiah (meski mereka tidak menyadari ide tersebut berasal dari Alkitab), sementara banyak pemimpin Kristen malah meninggalkannya.

Namun, hal itu tidak berarti Collins mengerti dengan tuntas apa arti kerendahan hati karena konsep Alkitab tentang kerendahan hati sangat erat terkait dengan Allah Tritunggal, yaitu kerendahan hati yang didasari oleh Allah Bapa, dicontohkan oleh Allah Anak dan dimungkinkan oleh Allah Roh Kudus.

Mengerti Kerendahan Hati

Apa arti sesungguhnya dari kerendahan hati? Kerendahan hati tidak identik dengan inferioritas atau rasa minder. Seorang pengkhotbah besar, Charles Spurgeon, mengatakan bahwa kerendahan hati adalah "to make a right estimate of oneself." Kerendahan hati adalah mengerti posisi diri kita dengan tepat di hadapan Tuhan.

Seorang yang rendah hati bukanlah seorang yang mengatakan bahwa ia tidak memiliki kemampuan apa pun dan tidak mampu melakukan segala sesuatu (karena itu berarti menghina Tuhan, pencipta-Nya). Seorang yang rendah hati adalah seorang yang mengatakan bahwa semua kemampuannya berasal dari Tuhan dan bahwa ia mampu melakukan sesuatu karena Tuhan yang memampukannya. Tanpa Tuhan, ia sama sekali bukan apa-apa.

Buku klasik karya Andrew Murray yang berjudul "Humility" memberi definisi rendah hati sebagai berikut. "Humility is the sense of entire nothingness, which comes when we see how truly God is all, and in which we make way for God to be all." Dengan nada yang sama. Martin Luther dengan lugas berkata, "God created the world out of nothing, and as long as we are nothing, He can make something out of us."

Kalau boleh dielaborasi lebih jauh, yang dikatakan Murray dan Luther kira-kira begini. Manusia itu pada dasarnya "nothing", lalu dalam kondisi "nothing" tersebut, manusia diubah dari "nothing" menjadi "something" oleh Tuhan yang adalah "everything". Saat manusia mulai berani mencoba sendiri untuk menjadi "something", Tuhan tidak lagi dapat bekerja melaluinya. Karena Tuhan tidak mungkin mengubahnya dari "something" menjadi "everything".

Kerendahan hati memang unik, kalau kita mengklaim bahwa kita memilikinya, kita justru tidak memilikinya. Saat kita merasa bahwa kita orang yang rendah hati, saat itulah kita kehilangan kerendahan hati kita. Inilah paradoks kerendahan hati. Kerendahan hati adalah satu-satunya karakteristik yang kita miliki tanpa kita merasa memilikinya.

Adalah relatif lebih mudah bagi kita untuk rendah hati di hadapan Tuhan (khususnya saat kita berada dalam kebaktian Minggu!). Namun, satu-satunya bukti kesungguhan kerendahan hati kita di hadapan Tuhan adalah kerendahan hati kita di hadapan sesama manusia dalam keseharian hidup kita.

Jarum dalam Jerami

Sekarang ini, pemimpin Kristen (Kristen dalam arti sesungguhnya, bukan Kristen KTP) sangat sulit ditemui. Ironis memang, banyak orang Kristen begitu berambisi menjadi pemimpin, sampai-sampai mereka lupa untuk menjadi Kristen.

Pemimpin Kristen yang rendah hati senantiasa sadar bahwa di balik segala kredibilitas dan kompetensi yang memosisikan mereka sebagai "something" di hadapan publik, mereka tetap adalah "nothing" di hadapan Tuhan. Perasaan "saya bukan apa-apa" inilah yang memungkinkan mereka berdiri sama tinggi, duduk sama rendah dengan orang lain tanpa kesulitan.

G.K. Chesterton suatu kali berkata, "It is always the secure who are humble." Pemimpin yang tidak "secure" akan kesulitan menjadi pemimpin yang rendah hati. Namun, pemimpin yang "secure" tidak akan tersinggung dan marah bila ditegur. Mereka membuka diri untuk dikoreksi. Mereka bersedia untuk "learn", "unlearn", dan "relearn" tanpa harus merasa malu.

Dunia bisnis di Barat pada abad ke-21, melalui Jim Collins, mengakui dan menghargai kerendahan hati sebagai salah satu karakter pemimpin yang sejati. Dan berabad-abad sebelumnya, dunia Timur melalui filsuf Cina kuno, Lao Tzu, telah menjunjung tinggi pentingnya kerendahan hati sebagai syarat menjadi seorang pemimpin.

I have three precious things which I hold fast and prize. The first is gentleness; the second frugality; the third is humility, which keeps me from putting myself before others. Be gentle and you can be bold; be frugal and you can be liberal; avoid putting yourself before others and you can become a leader among men. (Ada tiga hal berharga yang saya pegang teguh. Kelembutan, kecermatan, dan kerendahan hati yang menjaga saya untuk tidak menempatkan diri di atas orang lain. Bersikaplah lembut dan Anda akan menjadi seorang yang hebat, jadilah cermat sehingga Anda menjadi orang yang liberal, jangan merasa diri paling hebat dan Anda akan dapat menjadi pemimpin.)

Sungguh ironis bila pemimpin Kristen kontemporer justru mencampakkan sikap rendah hati yang diajarkan Alkitab. Sungguh tragis bila Kristus yang menyebut diri-Nya sebagai "lemah lembut dan rendah hati" tidak lagi menjadi teladan ideal.

(sumber sabda.org bagian dari buku dengan judul Kepemimpinan Kristen Penulis Sendjaya Penerbit Kairos, Yogyakarta)

January 5, 2008

tiring day..

Today i was doing trip in outer town with my girlfriend to bring she doing for test in company that has recruiting new employee. We going from home at 5 clock and arrived at 8 clock morning.  We just estimate spend 2 hours, but coz we don't know the road and few time get wrong road we have cost of delay  1 hours. May be we late few minutes but it's ok,  And we must thank for God, coz we can save until we back in my home and not get raining. Yeah after we back in home half hour after that, rain it's really heavy with wind it's so fast and looks like horryble.. :(

After wake up (sleep at afternoon) this night my body in few part is so stiff....

I think i want sleep again... and continue coding tommorow.

GBU

January 4, 2008

Write with "Windows Live Writer"

i have installed windows live writers, i know this application where read Andi Gutmans blog. This application very nice and very comfortable. Support with blogger (may be another) and it's for very important of course this is free. And now maybe iam never use blogspot for write blog and can save the my bandwith.. :)
if you prefered to download come to this Windows Live. it's need windows critical update. When choose download you will offer another application. But if you wan't another application and only need this writer application (like me) you can just get the option only writer application.
thanks microsoft for great application..
GBU

problem and problem again....

this is my first blog in this year...

ok i was reinstal my windows xp, after long time few day's ago..
in this part i install too for web developtment, like apache php and of course mysql...
after process installation apache and php, next i will activated mysqli and mbstring extension in php.ini
to check what if mysqli extension has been loaded i use phpinfo() function.
obvious after checking in html result from phpinfo i don't find mysqli only mbstring, i think i have mistake..
but i don't sure coz many time i am installing this extension with this method..
only remove comment "extension=php_mysqli.dll " and adding the "extension_dirs=c:\php\ext" variable in php.ini
like usually and usually it's fine, but only today... (not know for future.... :) )
and error log in apache has produced this word
"PHP Warning: PHP Startup: Unable to load dynamic library 'c:\\php\\ext\\php_mysqli.dll' - The specified module could not be found.\r\n in Unknown on line 0:"

This error log warn me if php_mysqli.dll it's not in the place..
it really strange coz php_mbstring.dll is loaded sucessfuly and why php_mysqli.dll not.
i try another extension like php_mcrypt.dll, etc.. it' same with error..

so i try looking in google why this can be happen..
many argument of people that definition cause of this problem
after searching i still don't find the root of cause this problem.. and really make confuse..
but after few hour i find maybe just temporary fixes for this problem, with copying libmysql.dll in the php directory to c:\windows\system32 directory and mysqli extension can be loaded successfuly..

may be later i found causing for this problem ....

GBU..